Logo Bloomberg Technoz

RKAB Weda Bay Nickel Habis Mei 2026, Tambang Stop Sementara

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 April 2026 19:30

(Dok. Eramet)
(Dok. Eramet)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Eramet SA mengumumkan kuota produksi bijih nikel PT Weda Bay Nickel (WBN) sebesar 12 juta wet metrik ton (wmt) bakal habis pada pertengahan Mei 2026, sehingga perseroan sedang mempersiapkan penutupan tambang untuk dilakukan perawatan pada bulan yang sama.

Langkah tersebut dilakukan Weda Bay Nickel sambil mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Permohonan revisi izin peningkatan kapasitas saat ini sedang diajukan oleh PT WBN, menyusul persetujuan RKAB awal yang membatasi produksi bijih nikel sebesar 12 juta metrik ton untuk 2026, yang target produksinya akan tercapai pada pertengahan Mei; tambang tersebut bersiap untuk memasuki masa perawatan dan pemeliharaan pada bulan Mei, sambil menunggu hasil revisi ini,” tulis Eramet dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (25/4/2026).


Eramet mencatat kuota produksi sebanyak 12 juta ton dalam RKAB 2026 yang direstui Kementerian ESDM lebih rendah 70% dibandingkan dengan RKAB 2026, yang awalnya disetujui 32 juta ton dan mendapatkan revisi naik menjadi 42 juta ton.

Mesin reclaimer roda ember menggali tanah di pabrik feronikel Eramet SA di Noumea, Kaledonia Baru./Bloomberg- Madelene Pearson

Adapun, manajemen Eramet menyatakan revisi RKAB tersebut bakal diajukan mengingat kebutuhan bijih nikel smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mencapai 100 juta ton.