Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Panel Surya ke AS Lesu, Pemerintah Andalkan Program 100 GW

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 April 2026 15:15

Deretan panel fotovoltaik di taman surya. (Fotografer: Angel Garcia/Bloomberg)
Deretan panel fotovoltaik di taman surya. (Fotografer: Angel Garcia/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengupayakan menggairahkan pasar panel surya di Indonesia dengan mempercepat proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW).

Hal tersebut ingin dilakukan gegara produksi panel surya Indonesia dikenakan bea masuk antisubsidi atau countervailing duties (CVD) dari Amerika Serikat (AS).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan kementerian masih berupaya mengidentifikasi perusahaan dan volume ekspor ke AS yang saat ini mengalami gangguan gegara tarif tersebut.


“Ini ada yang di Batang, ya kemudian itu ada di Kendal, dan juga ada di Batam. Jadi kita juga melihat itu volume yang diekspor ke Amerika itu berapa, dan yang dikenakan tarif itu kira-kira berapa banyak itu volumenya,” kata Yuliot ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).

“Kemudian yang ini, arahan dari Presiden itu, bagaimana kita juga mempercepat untuk PLTS 100 gigawatt untuk kebutuhan dalam negeri, jadi ini akan berimbang,” ucap dia.

PLTS Muin berkapasitas 50 kWp di Desa Muin, Papua Selatan merupakan salah satu dari 13 PLTS milik PLN yang diresmikan oleh Presiden Prabowo (Dok. PLN)