Logo Bloomberg Technoz

Pengelolaan FSO di 3 WK Migas Dinilai Tak Cermat, Boros Rp254 M

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 April 2026 19:45

(Dok. PHE)
(Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan pengelolaan fasilitas floating storage and offloading barge (FSO) yang dilakukan PT Pertamina EP lapangan Sukowati (regional 4) tidak memadai, hingga menyebabkan pemborosan di wilayah kerja (WK) migas dengan total nilai Rp254,3 miliar.

Hal tersebut diungkapkan BPK usai memeriksa pendapatan, biaya dan investasi pada PT Pertamina Hulu Energi. Pemeriksaan meliputi kegiatan pengelolaan pendapatan, biaya, dan investasi BUMN 2021—2025.

BPK mengungkapkan ketika FSO Cinta Natomas perlu dilakukan dry dock di dermaga Celukan Bawang pada periode 2015—April 2025, terdapat biaya sebesar Rp77,95 miliar. Akan tetapi, penyelesaian dry dock dinilai berlarut-larut karena tidak ada kejelasan keberlanjutan pelaksanaan dry dock.


Hingga akhirnya, pada April 2025, terdapat keputusan bakal dilakukan proses penghapusan aset terhadap FSO Cinta Natomas, sehingga proses dry dock tidak akan dilanjutkan. Untuk menggantikan FSO tersebut, PT Pertamina EP field Sukowati menggunakan FSO Success Challenger XXXVII.

BPK menilai penggunaan FSO Success Challenger XXXVII tidak efisien sebab FSO tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan produksi yang dihasilkan pada wilayah kerja (WK) Sukowati, Tuban East Java, dan Randugunting.