Logo Bloomberg Technoz

Untung-Buntung Lemigas Dibolehkan Impor Minyak, BBM, hingga LPG

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 June 2026 10:20

Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. Pertamina International Shipping)
Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. Pertamina International Shipping)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center of Reform on Economics (Core) menilai keputusan pemerintah membolehkan badan layanan umum (BLU) sektor energi mengimpor komoditas minyak dan gas bumi (migas) membuka risiko tumpang tindih kewenangan dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha (BU) swasta.

Ekonom energi Core Muhammad Ishak Razak berpendapat risiko tumpah tindih kewenangan dalam impor komoditas migas berpotensi terjadi; terlebih BLU Lemigas merupakan lembaga yang fokus melakukan riset dan bukan lembaga rumah dagang atau trading house.

Penunjukan lemigas, kata dia, berpotensi membuat garis tugas antarlembaga menjadi kabur dan koordinasi lintas instansi yang menangani impor komoditas energi berpotensi memperlambat tugas Lemigas tersebut. 


“Secara taktis ini bisa memperkuat ketahanan energi jangka pendek, tetapi membuka risiko tumpang tindih kewenangan antara BUMN, BLU, dan BU swasta yang sama-sama berwenang mengimpor. Apalagi, penunjukan Lemigas yang notabene lembaga riset yang bukan merupakan trading house,” kata Ishak ketika dihubungi, Rabu (10/6/2026).

Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS)

Langkah Pragmatis