Logo Bloomberg Technoz

Pasukan Amerika mencegat dua kapal tanker minyak Iran awal pekan ini, sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa 33 kapal telah dialihkan rutenya sejak blokade tersebut dimulai.

Kapal Yuri yang dikenai sanksi AS tampak berusaha menyeberangi Selat Hormuz pada Jumat pagi. (Bloomberg)

Iran juga berusaha memperkuat cengkeramannya atas selat tersebut, dengan menembaki kapal-kapal komersial dan menyita setidaknya dua kapal. Blokade ganda ini telah menyebabkan upaya transit menurun drastis.

Kapal kargo yang mengangkut makanan ke Iran terlihat berlayar di dekat Yuri menuju Selat Hormuz pada Kamis, tetapi kemudian berbalik arah di selat dan kini kembali ke Teluk Persia.

Beberapa jam sebelumnya, sebuah kapal kontainer yang berangkat dari Bandar Abbas, kota pelabuhan Iran di selat tersebut, terlihat berlayar ke selatan menuju Teluk Oman. Kapal tersebut telah memasuki selat empat hari lalu.

Yuri dikenai sanksi oleh AS pada 2024 karena terlibat dalam ekspor minyak Iran. Tidak ada detail kontak yang tercantum untuk manajer atau pemilik kapal yang tidak diidentifikasi di basis data maritim Equasis. 

Sementara itu, sebuah supertanker yang dikenai sanksi AS kembali muncul di platform pelacakan di Selat Malaka dekat Singapura, membawa minyak mentah dan tidak menunjukkan tujuan yang jelas.

Kapal berbendera Iran, Helm, memuat minyak dari Pulau Kharg pada akhir Maret dan diperkirakan telah melintasi Selat Hormuz pada awal April, di mana transpondernya dimatikan. Bloomberg News belum dapat memastikan apakah kapal supertanker tersebut berhasil berlayar keluar dari Teluk Oman sebelum blokade AS dimulai pada 13 April.

(bbn)

No more pages