Logo Bloomberg Technoz

Perintah itu secara sempit hanya berlaku untuk penggunaan medis ganja, bukan mencakup penggunaan rekreasional bagi orang dewasa secara luas, yang “mungkin juga menyebabkan kebingungan,” kata Aaron Grey dalam sebuah wawancara.

Reklasifikasi Lebih Luas

Perintah Todd Blanche menetapkan proses dengar pendapat yang akan dimulai pada akhir Juni untuk meninjau kemungkinan reklasifikasi ganja yang lebih luas. Hal itu membuka peluang adanya langkah di masa depan yang berlaku untuk seluruh program ganja legal di tingkat negara bagian, ujar Grey.

“Departemen Kehakiman memenuhi janji Presiden Donald Trump untuk memperluas akses warga Amerika terhadap opsi perawatan medis,” kata Blanche dalam sebuah pernyataan. “Langkah penjadwalan ulang ini memungkinkan penelitian mengenai keamanan dan efektivitas zat ini, yang pada akhirnya memberikan perawatan yang lebih baik bagi pasien dan informasi yang lebih andal bagi dokter.”

Langkah ini kemungkinan menarik bagi pria muda yang mendukung Trump dalam pemilu 2024, namun dukungan mereka mulai melemah di tengah perang Iran dan tingginya harga konsumen. Di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi memicu ketidakpuasan kalangan konservatif tradisional dan bisa menjadi isu yang memecah belah Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Departemen Kehakiman di bawah Presiden Joe Biden sebenarnya telah secara resmi merekomendasikan reklasifikasi pada 2024, tetapi prosesnya terhenti.

Pada bulan Desember, Trump memerintahkan departemen tersebut untuk menyelesaikan proses pemindahan ganja dari Schedule I dalam Controlled Substances Act ke Schedule III, kelompok yang mencakup obat dengan tingkat ketergantungan lebih rendah seperti kodein, ketamin, dan testosteron.

Trump, dalam unggahan di Truth Social pada Kamis, menyerukan kepada Kongres untuk “memperbarui undang-undang guna memastikan warga Amerika dapat terus mengakses berbagai produk CBD yang telah mereka andalkan, serta membantu mereka, sambil tetap menjaga tujuan Kongres untuk membatasi penjualan produk yang menimbulkan risiko kesehatan.” Ia merujuk pada cannabidiol, salah satu senyawa aktif dalam ganja.

Donald Trump mengkritik lambannya kemajuan dalam penjadwalan ulang ganja pekan lalu saat ia menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat penelitian dan akses terhadap zat psikedelik.

“Bisakah kalian menyelesaikan penjadwalan ulang itu, tolong?” kata Trump, sambil menunjuk para pejabat pemerintah dan warga sipil yang berkumpul di belakangnya.

“Mereka memperlambat saya dalam penjadwalan ulang ini.”

Langkah pada Kamis tersebut seharusnya membantu kinerja keuangan perusahaan ganja, tetapi kecil kemungkinan mendorong permintaan konsumen lebih lanjut, menurut CEO Green Thumb Industries Inc., Ben Kovler. Salah satu alasan yang dikemukakan analis adalah bahwa perubahan ini memang memberikan kejelasan, tetapi tidak akan menarik banyak pembeli baru karena fokusnya terbatas pada penggunaan medis yang memerlukan resep.

Namun, reklasifikasi ini juga membuka peluang lebih banyak negara bagian untuk melegalkan ganja.

“Negara bagian yang saat ini belum memiliki program medis yang komprehensif kemungkinan besar akan lebih terdorong untuk menerapkannya,” kata Aaron Grey.

“Hal itu dapat membuka jalan bagi lebih banyak konsumen untuk mendapatkan akses ke ganja medis di seluruh AS.”

(bbn)

No more pages