Pentagon Tuding BYD, Alibaba, dan Baidu Sokong Militer China
News
09 June 2026 06:40

Kate O'Keeffe—Bloomberg News
Bloomberg, Pentagon menuduh beberapa perusahaan terbesar asal China, termasuk Alibaba Group Holding Ltd., Baidu Inc., dan BYD Co., mendukung militer negara tersebut, sekaligus memperkuat keputusan sebelumnya yang mencap perusahaan-perusahaan unggulan di dunia korporasi negara tersebut sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.
Departemen Perang mengumumkan penetapan tersebut pada hari Senin dalam pembaruan daftar perusahaan yang telah mereka tetapkan membantu Tentara Pembebasan Rakyat. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk dalam versi sebelumnya yang diunggah pada awal tahun sebelum ditarik kembali beberapa menit kemudian tanpa penjelasan apa pun, sehingga menimbulkan kebingungan terkait maksud dari Pentagon.
Dengan langkah ini, AS kini menyatakan bahwa tiga raksasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) China — Alibaba, Baidu, dan Tencent Holdings Ltd. — membantu angkatan bersenjata negara Asia tersebut. Tencent ditambahkan ke daftar pada 2025 dan telah berusaha untuk dihapus. Penetapan BYD, sementara itu, menargetkan perusahaan kendaraan listrik terkemuka Tiongkok.
Harga American depositary receipts (ADR) Alibaba turun 1% menjadi $119,84 pada pukul 15.40 waktu New York. Harga ADR Baidu turun 2,1% menjadi $119,14. Harga ADR BYD turun 0,7%.




























