Meski demikian, potensi hujan masih tetap ada pada periode ini. Hal itu dipicu oleh kombinasi kelembapan udara yang masih cukup tinggi dan dinamika atmosfer.
“Pemanasan siang hari memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari. Ditambah kelembapan udara yang masih relatif basah serta tingkat labilitas atmosfer yang tinggi, kondisi ini mendukung terbentuknya awan hujan,” kata Wahyu.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan karakteristik musim peralihan, di mana cuaca cenderung tidak stabil—panas pada pagi hingga siang hari, lalu berpotensi hujan pada sore hingga malam.
(dec/spt)
No more pages
































