Dengan rendahnya suku bunga kredit, Perry mengatakan, laju pertumbuhan kredit per Maret 2026 juga sudah semakin tinggi menjadi 9,49% dari bulan sebelumnya 9,37%.
Tingginya pertumbuhan kredit ini menurutnya juga tak terlepas dari upaya bank untuk mengoptimalkan undisbursed loan yang kini masih sebesar Rp2.527,46 triliun atau 22,59% dari plafon kredit.
"Dari sisi penawaran kapasitas pembiayaan bank memadai DPK masih tumbuh 13,55% pada Maret 2026," ucap Perry.
Dalam kaitan itu, Perry optimistis laju pertumbuhan kredit atau pembiayaan bisa mencapai kisaran 8-12% pada tahun ini.
Level batas atas itu tentu lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun lalu yang sebesar 9,69% secara tahunan, lebih rendah dari periode 2024 yang mampu tumbuh 10,39%.
"Pertumbuhan kredit 2026 bakal di kisaran 8-12% dipengaruhi sisi permintaan dan penawaran," ucap dia.
(ell)
























