Akan tetapi, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, total kapasitas PLTS terpasang bakal mencapai 100 GW. Saat ini, kata Eniya, total PLTS terpasang sudah mencapai 1,5 GW dan khusus PLTS atap saja mencapai 895 MW.
“Secara keseluruhan itu sudah mencapai 1,5 GW dan khusus PLTS atap ini sudah mencapai 895 MW. Kita masih berjuang nih untuk bisa lebih dari 1 GW,” kata Eniya melalui tayangan video di acara tersebut.
Berdasarkan data PLN, hingga Maret 2026 PLTS atap yang terhubung ke jaringan listrik perseroan mencapai 11.840 pelanggan dengan total kapasitas modul surya 861 megawatt peak (MWp) dan kapasitas output inverter 768 MW.
Sebaran unit dengan pelanggaran terbanyak yakni UID Banten dengan 3.561 pelanggan dengan kapasitas 76,6 MWp atau sekitar 69,6 MW.
Sementara itu, unit dengan kapasitas terbesar berada di UID Jabar sebanyak 1.889 pelanggan dengan kapasitas 319 MWp atau 28,4 MW.
Serapan Kuota
Ihwal realisasi kuota, dari total kuota PLTS atap sebesar 2 GW hingga saat ini telah terealisasi sekitar 1,2 GW dari total alokasi tahun ini sebesar 1,39 MW. Dengan begitu masih terdapat sisa kuota sekitar 130 MW pada clustering unit PLN yang tidak memiliki permintaan PLTS atap.
Sekadar catatan, AESI sebelumnya mengungkapkan kuota pemasangan PLTS atap pada tahun ini sebesar 485 MW telah habis dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bahkan, saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebut-sebut bakal mengajukan tambahan kuota tambahan sekitar 400—500 MW ke PT PLN (Persero). Terlebih, daftar tunggu untuk mendapatkan kuota PLTS atap sudah mencapai 200 MW.
“Kuota saat ini 485 MW sudah 100% terserap, daftar tunggu 200 MW. Selain itu insyaallah ada penambahan sekitar 400—500 MW lagi,” kata Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari kepada Bloomberg Technoz, Jumat (17/4/2026).
(azr/wdh)






























