Pada 22 April waktu AS, periode gencatan senjata akan berakhir. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan tidak akan terburu-buru memperpanjang masa gencatan senjata. Harus ada kesepakatan terlebih dahulu.
“Saya tidak akan tergesa-gesa dan membuat kesepakatan yang buruk. Kami punya waktu,” tegas Trump, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Washington terus berupaya untuk mencapai kata sepakat. Menurut Trump, Wakil Presiden AS JD Vance sedang dalam perjalanan menuju Pakistan untuk berdialog dengan Iran.
Namun pihak Iran belum bicara apakah akan ambil bagian dalam negosiasi lanjutan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui unggahan di Telegram mengungkapkan dirinya telah bicara dengan Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar seputar gencatan senjata dengan AS, meski tidak memberikan detilnya.
Ketidakpastian di Timur Tengah menjadi sentimen negatif buat harga emas. Sebab, konflik ini membawa ancaman berupa kenaikan harga energi.
Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup melonjak 5,64% ke US$ 95,48/barel.
Apabila situasi tidak membaik, maka harga energi masih akan melambung tinggi. Ancaman inflasi akan membuat bank sentral di berbagai negara sulit melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
“Aksi jual terhadap emas mencerminkan risiko akibat perkembangan geopolitik. Namun masih ada harapan bahwa kedua pihak akan datang dalam pembicaraan berikutnya,” kata Christopher Wong, Strategist di Oversea-Chinese Banking Corp, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Wong memperkirakan harga emas akan bergerak di rentang US$ 4.700-4.900/troy ons dalam waktu dekat.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana perkiraan gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (21/4/2026)? Apakah akan turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 54.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50, sehingga boleh dibilang masih cenderung netral.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 90. Sudah di atas 80, yang berarti sebenarnya tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berisiko turun. Target support terdekat rasanya ada di US$ 4.805/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.782/troy ons sepertinya bisa menjadi target selanjutnya.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.672/troy ons.
Namun kalau harga emas ternyata bisa naik, maka US$ 4.830/troy ons sepertinya bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga emas menuju US$ 4.854-4.871/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.959/troy ons.
(aji)


























