"Meskipun kami merasa perlu untuk tetap skeptis terhadap optimisme yang digerakkan oleh berita utama ini, indikator tren dasar menunjukkan perbaikan dari titik terendah Maret—setidaknya sampai ada berita utama berikutnya yang membuktikan sebaliknya," ujar Craig Johnson dari Piper Sandler.
Harapan akan kemajuan upaya perdamaian AS-Iran mendorong investor untuk mulai melepas "premi risiko" yang sempat membengkak sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu. Sektor teknologi yang sempat tertinggal kini memimpin penguatan di Wall Street, di mana saham Oracle Corp melonjak 4,2% dan Microsoft Corp. naik 4,6%.
"Tampaknya terjadi rotasi di sektor teknologi; investor menjual saham-saham cip yang sudah melonjak tinggi dan membeli saham perangkat lunak yang sempat terpuruk," kata Matt Maley dari Miller Tabak. “Namun setelah reli besar, sektor teknologi mungkin mengalami jeda dalam jangka pendek, dan itu merupakan hal yang normal serta sehat.”
Prospek negosiasi baru membantu mempertahankan sentimen positif terhadap aset berisiko di pasar global. Saham pasar berkembang memperpanjang kenaikan dengan MSCI Emerging Markets Index naik 1,2%, sehingga kenaikan dua hari mencapai lebih dari 3% seiring pemulihan dari kerugian akibat konflik. Pemulihan tersebut juga mendorong kenaikan sepanjang tahun menjadi hampir 13%.
Indeks acuan di Singapura dan Taiwan, serta MSCI Latin America Index, juga telah membalikkan kerugian setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
“Asia Utara, Eropa pasar berkembang, dan Amerika Latin memimpin reli pemulihan, sementara negara-negara ASEAN yang mengimpor minyak serta India tertinggal,” tulis analis Goldman Sachs termasuk Kamakshya Trivedi dalam laporan. “Kami memperkirakan perbedaan ini akan berlanjut mengingat gangguan fisik yang masih terjadi.”
(bbn)



























