“Krisis energi hanya menjadi katalis. Pangsa pasar HEV yang stabil di atas 22% menunjukkan fondasi ekonomi migrasi ini sudah matang,” jelasnya.
Yannes juga menyoroti perubahan sumber pertumbuhan, dari sebelumnya didominasi segmen premium kini bergeser ke pasar massal.
“Lonjakan volume lebih dari 100 ribu unit didorong penetrasi agresif pabrikan China seperti BYD, Wuling Motors, dan Chery di rentang harga Rp300 juta sampai Rp500 jutaan,” paparnya.
Strategi ini, lanjutnya, mengubah elektrifikasi dari simbol status menjadi pilihan rasional berbasis value for money. Di sisi lain, pabrikan Jepang dinilai masih bergerak konservatif.
“Pabrikan Jepang memilih pendekatan bertahap karena tersandera sunk cost investasi mesin konvensional (ICE) dan ekosistem vendor lokal. HEV menjadi garis pertahanan utama mereka,” ujarnya.
“Mereka mengandalkan strategi transisi aman melalui jaringan purnajual yang kuat, menawarkan efisiensi tanpa memicu kekhawatiran jarak tempuh,” tambahnya.
Sebaliknya, pabrikan China tampil sebagai disruptor dengan kontrol rantai pasok baterai dan kemampuan penetrasi harga agresif.
“Ini bukan siklus, melainkan transformasi. Pertanyaannya bukan lagi apakah pasar akan beralih ke elektrifikasi, tetapi seberapa cepat,” tutup Yannes.
Gaikindo mencatat, di kuartal I-2025, penjualan BEV hanya menyumbang sekitar 8,2% dari total 205.539 unit. Kini, pada periode yang sama tahun 2026, pangsanya melonjak menjadi sekitar 15,9% dari total 209.021 unit.
Sementara itu, kendaraan hybrid (HEV) juga mencatat pertumbuhan. Penjualan HEV naik 21,3% menjadi 16.940 unit dari sebelumnya 13.964 unit.
Kontribusi HEV terhadap total penjualan naik dari sekitar 6,8% pada kuartal I-2025 menjadi 8,1% pada 2026.
Sedangkan penjualan mobil wholesales sepanjang Maret 2026 tercatat mengalami penurunan cukup signifikan atau hanya sebanyak 61.271 unit, berbeda dibandingkan dengan 2 bulan sebelumnya sejak awal tahun yang masih mengalami kenaikan.
Angka tersebut mengalami penurunan 13,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) yang masih 71.099 unit.
Secara retail sales, total penjualan juga turun 13,2% menjadi sebanyak 66.627 unit dari sebelumnya yang masih sebanyak 76.765 unit.
(ain)






























