"Jika China terlibat dengan Iran dengan cara yang merugikan kepentingan AS, maka hal itu jelas memperumit situasi, dan itu adalah tanggung jawab China untuk mengatasinya," kata Greer dalam wawancara dengan CNBC, Jumat.
Trump dan mitranya dari China, Xi Jinping, sedang mempersiapkan KTT di Beijing pada Mei—pertemuan penting yang sempat ditunda agar presiden AS dapat tetap berada di Washington dan fokus pada perang Iran.
Penundaan tersebut memicu kekhawatiran di pasar keuangan karena konflik tersebut mengancam akan semakin memperburuk hubungan AS-China yang sudah bergulat dengan gencatan senjata perdagangan yang rumit dan isu-isu seperti Taiwan.
China adalah importir minyak mentah utama, dan penutupan efektif Selat Hormuz akibat perang Iran telah membatasi pasokan, sehingga harga minyak dan gas melonjak. Trump telah menekan China bersama negara-negara lain untuk membantu membuka kembali jalur air tersebut, meski seruan tersebut ditolak.
Gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan awal pekan ini mencakup kesepakatan untuk membuka selat tersebut, tetapi jalur tersebut tetap efektif tertutup dan statusnya tetap menjadi titik krusial dalam pembicaraan AS-Iran akhir pekan ini.
(bbn)






























