Logo Bloomberg Technoz

Maka kebijakan ini tidak bisa dibaca sempit sebagai angka pengurangan. Ini adalah bentuk empati yang diterjemahkan ke dalam kebijakan publik.

Lebih jauh, langkah ini juga mencerminkan kreativitas dalam merespons krisis. Perang di Timur Tengah membawa efek domino. Biaya logistik naik. Risiko meningkat. 

Namun alih-alih menyerah pada keadaan, pemerintah justru mencari celah efisiensi. Ini penting. Karena kebijakan publik yang baik tidak hanya reaktif, tetapi juga inovatif.

Salah satu inovasi yang patut dicatat adalah gagasan pembentukan joint venture antara Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Selama ini ada inefisiensi yang nyata. Pesawat berangkat penuh, pulang kosong. Atau sebaliknya. Ini pemborosan yang sudah lama terjadi, tetapi belum disentuh serius.

Ketika Presiden mendorong kolaborasi dua maskapai ini, logikanya sederhana namun berdampak besar. Kursi pesawat harus terisi dua arah. Tidak boleh ada perjalanan tanpa penumpang. Dengan begitu, biaya operasional bisa ditekan. 

Dan ketika biaya turun, jemaah yang merasakan manfaatnya. Ini contoh bagaimana kebijakan yang tepat sasaran bisa lahir dari cara berpikir yang praktis namun strategis.

Di sisi lain, komitmen untuk membenahi tata kelola haji juga tidak kalah penting. Sejak awal, Presiden menekankan perlunya membersihkan praktik-praktik yang merugikan. 

Dugaan kartel, permainan biaya, hingga oknum yang mengambil keuntungan dari sistem yang tidak transparan menjadi perhatian serius. Tanpa pembenahan ini, penurunan biaya hanya akan menjadi solusi sementara.

Langkah-langkah seperti pengurangan antrean, pengadaan lahan di Makkah, hingga upaya memiliki terminal khusus haji menunjukkan bahwa pembenahan dilakukan secara menyeluruh. Ini bukan kebijakan parsial. Ini adalah upaya membangun ekosistem haji yang lebih efisien dan berkeadilan.

Indonesia adalah negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Artinya, setiap kebijakan di sektor ini memiliki dampak luas. Tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi citra negara dalam pengelolaan ibadah. Karena itu, inovasi dan keberanian mengambil keputusan menjadi kunci.

Pada akhirnya, penurunan biaya haji ini bukan sekadar angka. Ini adalah simbol arah kebijakan. Ada keberpihakan. Ada kreativitas. Dan ada upaya serius membenahi sistem dari hulu ke hilir. 

Tentu pekerjaan belum selesai. Masih banyak tantangan. Namun langkah ini layak diapresiasi sebagai awal dari perubahan yang lebih besar.

(red)

No more pages