Sebagai informasi, Nilai tukar mata uang garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di pasar spot ke harga Rp17.038/US$ pada Kamis (9/4/2025), menyusul gencatan senjata di Timur Tengah yang rupanya tak langsung berdampak pada kelancaran jalur distribusi di Selat Hormuz dan kembali mengerek harga minyak.
Sementara, harga minyak mentah jenis Brent kembali rebound sebesar 2,74% ke posisi US$97,35 per barel, dan WTI naik 3,33% ke US$97,55 per barel.
Kenaikan harga minyak mentah ini terjadi lantaran Selat Hormuz sebagian besar masih terblokir, meski ada kesepakatan gencatan senjata. Apalagi dengan adanya serangan Israel ke Lebanon, membuat gencatan senjata antara AS dan Iran berpotensi gagal.
Kenaikan harga minyak ikut melemahkan sebagian besar mata uang kawasan Asia. Baht Thailand memipin pelemahan, disusul won Korea Selatan, ringgit Malaysia, yen Jepang, dolar Singapura, dolar Taiwan, yuan China, dan yuan offshore
(ell)





























