Minyak Belum Mengalir
Pergerakan kapal masih terbatas, terlihat dari data pemantauan kapal Bloomberg menggambarkan bahwa minyak belum sepenuhnya mengalir lancar.
Setidaknya lebih dari 10 juta barel per hari pasokan dari kawasan teluk itu belum kembali beroperasi sepenuhnya seperti sedia kala. Di tengah gangguan pasokan yang terjadi, harga minyak mentah terpantau kembali rebound.
Setelah pengumuman gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz secara tentatif tak langsung membuat harga minyak turun.
Sebab, berdasarkan data di atas terlihat bahwa kesepakatan gencatan senjata tak membuat pasokan minyak pulih secara cepat.
Pasar agaknya akan terus memantau indikator fisik seperti pergerakan tanker, ketersediaan asuransi, dan kembalinya pasokan yang sepat terhenti, ketimbang berita geopolitik dan kesepakatan antar negara yang bertikai.
Untuk diketahui, Teheran juga mengenakan biaya hingga US$2 juta per transit untuk beberapa operator.
Meski dikenakan tarif, pemilik kapal masih mencoba memahami apakah mereka bisa melintas dengan aman setelah gencatan senjata ini. Mereka juga menunggu kejelasan terkait detail prasyarat untuk transit yang lebih aman, selain membayar biaya yang diminta.
Tak heran jika lebih banyak kapal yang anchored ketimbang berlayar meski Selat Hormuz disebut telah dibuka kembali.
Sebagai catatan, harga minyak mentah jenis Brent tercatat naik 3,36% ke US$97,93 per barel, sementara WTI naik 3,18% ke US$97,41 per barel. Kenaikan harga minyak ini telah membuat mata uang di kawasan Asia kembali melemah.
(dsp/aji)






























