Logo Bloomberg Technoz

Tracking Bloomberg: Selat Hormuz Masih 'Macet'

Redaksi
09 April 2026 16:45

Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kondisi Selat Hormuz setelah gencatan senjata masih ramai oleh kapal tanker yang menurunkan jangkar. Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan tak lantas membuat selat yang jadi jalur penting distribusi perdagangan dunia ini terbuka lebar. 

Sebelum perang pecah pada akhir Februari lalu, Selat Hormuz menjadi tempat pengiriman sekitar seperlima minyak mentah dan LNG dunia. Namun, kondisi selat yang terganggu menyebabkan gangguan terbesar yang pernah terjadi di pasar minyak. 

Berdasarkan data pelacakan kapal Bloomberg, kondisi Selat Hormuz masih dipenuhi oleh kapal tanker pengangkut LNG maupun minyak mentah. Kapal-kapal ini terpantau masih menurunkan jangkar di sekitar perairan Arab Saudi   


Pemantauan hari ini, Kamis (9/4/2026) hingga 12:30 WIB, sebanyak 7 kapal terpantau berada di Selat Hormuz dengan muatan penuh (laden) dengan posisi menurunkan jangkarnya (anchored). Terdapat 3 kapal milik China dengan status achored, 2 kapal milik Uni Emirat Arab (Mina Saqr, Khor Fakken) yang kemungkinan tengah transit, dan 1 kapal tujuan India sedang transit. 

Kapal ini terdiri dari 2 kapal kargo dan 1 kapal pengangkut bahan kimia. 

Kondisi Selat Hormuz dari data pelacakan kapal Bloomberg, Kamis (9/4/2026). (Bloomberg)

Tapi, tak semua kapal dalam posisi menunggu. Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 15:30 WIB atau 08:00 waktu setempat, terpantau sebuah tanker minyak Iran yang berlayar dengan muatan penuh sekitar 150 metrik ton crude di sekitar kawasan Teluk Persia dekat Selat Hormuz. Meski ada kapal berlayar melintasi Selat Hormuz hari ini, namun jumlahnya tak sebanyak hari Senin. 

Data tanker minyak yang melintas Selat Hormuz Kamis (9/4/2026). (Bloomberg)

Tujuan pelayaran kapal itu tercatat SEOPL, bukan nama pelabuhan yang umum dan lazim diketahui publik. Tujuan ini agaknya disamarkan mengingat pengirim dan pemilik kapal ini adalah Iran yang cenderung menghindari sanksi internasional. 

Untuk diketahui, menyembungikan tujuan pengiriman bukan jadi hal baru di dunia pelayaran dan distribusi logistik, terutama bagi tanker yang beroperasi di bawah bayang-bayang sanksi dan konflik geopolitik. 

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz dalam sebulan terakhir. (Bloomberg)