Menurut dia, Indonesia telah memiliki sejarah pergantian pemimpin yang baik. Dia mengklaim proses penurunan Presiden ke-1 Soekarno, Presiden ke-2 Soeharto, dan Presiden ke-4 Abdurahman Wahid atau Gus Dur dengan damai atau melalui proses yang diatur.
"Tidak [ada yang] melalui kekerasan," ujar Prabowo.
Meski demikian, tiga presiden yang disebut Prabowo sebenarnya memiliki catatan kisah yang menuai polemik. Soekarno yang dilemahkan usai peristiwa PKI, Soeharto yang mundur usai demo berdarah mahasiswa dan kelompok sipil, serta Gus Dur yang diturunkan usai berpolemik dengan DPR dan MPR.
"Jadi, saudara-saudara percayalah kepada sistem yang dibangun pendiri-pendiri bangsa," kata Prabowo.
Menurut dia, masyarakat harus banyak belajar sejarah agar sadar sejak era kolonial Indonesia kerap harus melawan bangsanya sendiri. Hal ini terjadi karena sejumlah kelompok masyarakat kerap terjebak pada politik adu domba atau devide et impera yang menggerogoti kekuatan bangsa.
"Itu bukan hal baru. Itu ada di buku-buku sejarah," ujar Prabowo.
(dov/frg)































