Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, kedelai juga masih impor sebanyak 2,5 juta ton. Sementara, produksi dalam negeri baru hanya mencapai 300 ribu ton. "Kedelai impor 2,5 juta ton, kita hanya bisa produksi 300 ribu. Gandum 100% impor, defisit 3,4 juta ton. Pakan ikan 89% dari impor. Daging 30–40% itu impor," kata dia.

Lantas, bagaimana tren impor komoditas pangan nasional sejak 2024?

Beras
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024, Indonesia tercatat masih melakukan impor sebanyak total 4,51 juta ton beras, dengan Thailand menjadi negara pengimpor terbanyak hingga 1,36 juta ton.

Sementara itu, Vietnam berada di posisi kedua dengan total sebanyak 1,24 juta ton, diikuti Myanmar di posisi ketiga dengan total mencapai 831,3 ribu ton. Beras yang diimpor di sini mayoritas adalah medium.

Sementara di 2025, BPS menyatakan RI tak lagi mengimpor beras jenis tersebut. Tetapi, hanya melakukan impor sebanyak 364,3 ribu ton untuk beras giling putih, yang biasanya digunakan untuk beras khusus atau premium.

Kedelai
Total impor kedelai tercatat mencapai sebanyak 2,68 juta ton sepanjang 2024. Amerika Serikat menjadi negara pengimpor tersebut dengan total mencapai 2,37 juta ton, disusul Kanada di posisi kedua sebanyak 261,5 ribu ton.

Lalu, pada 2025, impornya tercatat mengalami penurunan sedikit menjadi sebanyak 2,56 juta ton atau turun 4,48%.

Daging
Total impor daging sapi Indonesia sepanjang 2024 tercatat mencapai sebanyak 183,1 ribu ton. India menjadi pemasok utama yang mencapai 113,6 ribu ton, diikuti Australia di posisi kedua mencapai 40,88 ribu ton.  Kemudian, pada 2025, impor daging tercatat mencapai sekitar 48,10 ribu ton, atau menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Gandum
Sementara itu, total impor bijih gandum dan meslin Indonesia sepanjang 2024 tercatat mencapai sebanyak 11,71 juta ton. Australia menjadi negara pengimpor terbesar yang mencapai 2,99 juta ton.

Di posisi kedua, ada Kanada yang berkontribusi sebanyak 2,54 juta ton, diikuti Ukraian di posisi ketifa dengan porsi mencapai sebanyak 2,40 juta ton.

Sementara, di 2025, total impor bijih gandum dan meslin tercatat mencapai sekitar 6,91 juta ton, yang juga masih dipimpim oleh Australias, Kanada dan Argentina sebagai negara pemasok utama.

(ain)

No more pages