Logo Bloomberg Technoz

Amran Endus Ketidaksesuaian Proyek Benih Kelapa Senilai Rp3,3 M

Sultan Ibnu Affan
20 May 2026 05:10

Pedagang mengupas kelapa parut di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang mengupas kelapa parut di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap sejumlah dugaan kasus penyelewengan di sektor pertanian. Salah satunya dugaan permainan dalam program hilirisasi pembibitan kelapa di sejumlah wilayah Indonesia senilai Rp3,3 miliar.

Amran mengatakan beberapa wilayah tersebut antara lain Banten, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Gorontalo, dan Indragiri Hilir Riau. Hal ini ditemukan berdasarkan inspeksi lapangan Kementan, yang diduga ada ketidaksesuaian antara jumlah benih dalam surat perintah dengan realisasi di lapangan.

"Kami cek langsung di lapangan dan ditemukan jumlah tanaman tidak cukup. Ini tidak boleh dipermainkan karena menyangkut nasib petani. Kalau benihnya bermasalah, hasil tanam petani juga akan terganggu," ujar Amran dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (19/5/2026).


Secara terperinci, potensi kekurangan benih mencapai 136.795 batang, dengan perincian di Banten sebanyak 44.654 batang senilai Rp799 juta, Sulawesi Utara 20.518 batang senilai Rp976 juta.

Kemudian, di wilayah Jawa Barat sebanyak 38.654 batang senilai Rp771 juta, Gorontalo 1.049 batang senilai Rp51 juta, serta Indragiri Hilir sebanyak 31.920 batang senilai Rp718 juta. Permainan proyek ini berdasarkan anggaran 2025.