Tidak Presidensial
Selain itu, dia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan di bagian akhir atau penutup setelah beberapa pengamat sudah menyampaikan pandangan. Menurutnya, semua pengamat dalam diskusi tersebut memberikan pandangan evaluatif terhadap kinerja Kepala Negara yang sudah bekerja lebih dari satu tahun. Mereka secara khusus memberikan tekanan pada pernyataan bahwa Kepala Negara akan menertibkan pengamat atas dasar informasi dari intelijen.
"Tidak lama setelah pernyataan presiden itu terjadi penyiraman [aktivis KontraS] Andrie Yunus dengan air keras. Kami menafsirkan kekerasan ini adalah terjemahan aparat negara di bawah atas pernyataan Prabowo bahwa pengamat akan ditertibkan atas dasar informasi dari intelijen," ujar dia.
Menurut Mujani, kata ditertibkan merupakan istilah represi yang dilembagakan pada zaman orde baru. Kala itu, terdapat lembaga khusus untuk merepresi warga yang dikenal dengan nama Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) di bawah kepemimpinan Sudomo yang langsung di bawah Presiden ke-2 Soeharto.
Pernyataan Prabowo untuk menertibkan para pengamat yang dinilainya tidak patriotik merupakan bagian dari banyak pernyataan-pernyataan lainnya sejak menjadi Kepala Negara yang dinilai tidak presidensial. Menurutnya, presiden yang presidensial merupakan tokoh yang inklusif hingga menerima keragaman aspirasi dan kepentingan dalam republik.
Selain itu, Prabowo dinilai tidak presidensial sejak awal dilantik ketika menekankan bahwa demokrasi di negeri ini harus khas Indonesia. Menurutnya, pernyataan itu senada dengan klaim Orde Baru mengenai demokrasi pancasila yang cenderung otoriter.
"Prabowo sejak awal sudah mengancam eksistensi demokrasi Indonesia yang diatur dalam UUD. Saya khawatir Prabowo akan mengubah UUD hasil amandemen dan dikembalikan ke uUD 1945 lama. Dia tidak presidensial dalam memahami basis negara kita yang sah sekarang ini," ujar dia.
Respons Istana dan Prabowo
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berdalih belum melihat dan mendengar pernyataan Saiful Mujani yang menjadi polemik tersebut. Dia mengklaim saat ini tengah memiliki banyak pekerjaan yang harus ditangani bagi masyarakat.
Dia juga memastikan Presiden Prabowo juga belum mengetahui soal pernyataan Saiful Mujani saat berada di acara diskusi Komunitas Utan Kayu. Dia mengklaim, presiden punya banyak pekerjaan dan tugas yang lebih besar dan penting.
"Apalagi Bapak Presiden, Bapak Presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis," ujar Teddy.
(dov/frg)





























