Logo Bloomberg Technoz

Pelemahan rupiah selama tiga hari beruntun terjadi di tengah isu perang AS-Israel terhadap Iran yang memicu lonjakan harga minyak mentah di atas US$100 per barel. Bahkan ada beberapa analis yang telah menguji skema jika harga minyak mentah menembus di level US$200 per barel. 

Menanggapi hal ini, Purbaya mengatakan pihaknya menyerahkan kondisi pergerakan nilai tukar mata uang kepada Bank Indonesia, sebagai otoritas yang bertugas menjaga stabilitas rupiah. Dia mengaku memiliki keyakinan bahwa bank sentral akan mampu mengatasi kondisi ketidakstabilan yang terjadi saat ini.

"Kalau rupiah kita serahkan ke bank sentral, saya percaya mereka bisa betulkan," tutur Purbaya.

Di tengah upaya intervensi stabilisasi nilai tukar yang dilakukan Bank Indonesia, rupiah melemah bersama peso Filipina di tengah kekhawatiran terkait kondisi fiskal yang semakin melebar. 

Sebaliknya, beberapa mata uang kawasan hari ini berbalik rebound seperti won Korea Selatan, yuan China, yuan offshore, baht Thailand, rupee India, dolar Singapura, yen Jepang, dolar Taiwan dan Hong Kong.

Upaya stabilisasi yang dilakukan BI selama dua bulan terakhir akan terlihat pada laporan cadangan devisa yang akan diumumkan esok hari. Cadangan devisa yang akan dipaparkan esok akan jadi perhatian pelaku pasar dan akan menjadi indikator kunci untuk membaca seberapa besar cadangan 'amunisi' yang telah digunakan oleh otoritas moneter dalam menahan gejolak nilai tukar rupiah selama sebulan terakhir ini. 

(lav)

No more pages