Pengadaan kendaraan dilakukan dalam beberapa tahap kontrak, termasuk kontrak induk, kontrak turunan, hingga addendum, yang secara keseluruhan disebut sebagai kontrak pengadaan.
Dalam proyek ini, DIPO bertindak sebagai dealer resmi yang ditunjuk untuk menyediakan unit kendaraan sesuai spesifikasi yang disepakati, sekaligus memberikan layanan purna jual guna mendukung operasional program pengadaan kendaraan.
Adapun Agrinas sebagai BUMN berperan sebagai pihak pengguna akhir dalam rangka mendukung kegiatan operasional sektor pangan nasional.
Manajemen menyatakan tidak terdapat hubungan afiliasi antara DIPO dan Agrinas dalam transaksi tersebut. Perseroan menilai kontrak ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional anak usaha, termasuk peningkatan aktivitas bisnis dan pendapatan yang pada akhirnya menopang kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Sebagai informasi, pada perdagangan sepanjang hari ini, saham PMJS pada pukul 14.07 WIB mengalami kenaikan sebanyak 19 poin atau naik 16,96% di posisi Rp131/saham. Sejak awal tahun (year-to-date), saham PMJS mengalami kenaikan sebesar 16 poin atau 13,91%.
Dalam laporan keuangan tahunannya, PMJS catatkan kenaikan laba sebesar 7,63% pada tahun 2025, yakni Rp117,85 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp109,50 miliar. Adapun pendapatan sebesar Rp10,33 triliun, naik 7,08% dibanding tahun sebelumnya, dan beban pokok penjualan yang ikut naik 6,88% menjadi Rp9,67 triliun sepanjang tahun 2025.
(dhf)





























