Utilitas Pabrik Biodiesel RI Disoal, Produksi B50 Rawan Tersendat
Azura Yumna Ramadani Purnama
06 April 2026 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia mencatat kapasitas terpasang pabrik pengolahan biodiesel Indonesia adalah 18—20 juta kiloliter (kl), sementara kebutuhan biodiesel untuk program B50 diperkirakan sekitar 15—17 juta ton (setara dengan sekitar 15,6—19,7 juta kl).
Ketua K3EPB UI Ali Ahmudi menyatakan meskipun kapasitas terpasang terlihat sudah mengimbangi kebutuhan stok biodiesel, tingkat utilitas pabrik masih belum maksimal.
Dia mencatat tidak seluruh pabrik biodiesel beroperasi dengan tingkat tingkat utilitas penuh, meski tidak menyebutkan berapa rerata tingkat utilisasi pabrik biofuel di dalam negeri. Walhasil, terdapat potensi produksi riil dari pabrik-pabrik tersebut lebih rendah dari kapasitas terpasang.
“Akan tetapi, dalam praktiknya utilisasi pabrik tidak selalu optimal, sehingga implementasi B50 akan membuat kapasitas menjadi cukup ketat dan membutuhkan peningkatan efisiensi serta keandalan operasional,” kata Ali ketika dihubungi, dikutip Senin (6/4/2026).
Kesiapan Bahan Baku






























