Logo Bloomberg Technoz

"Saya pikir ini adalah noda bagi NATO yang tidak akan pernah hilang, tidak akan pernah hilang dari ingatan saya," tegas Trump.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dijadwalkan bertemu dengan Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Rabu di Washington. Pertemuan ini merupakan upaya untuk meredakan kekhawatiran pemerintah AS terhadap aliansi tersebut. Meski Trump memuji Rutte—yang selama ini memiliki hubungan baik dengannya—ia mengisyaratkan bahwa jalan untuk memperbaiki hubungan dengan AS akan sangat sulit.

"Anda tahu, mereka akan menemui saya hari Rabu. Mereka akan berkata, 'oh, kami akan melakukan ini, kami akan melakukan itu.' Sekarang tiba-tiba mereka ingin mengirim berbagai hal, tapi mereka sudah mengatakannya dengan lantang dan jelas di awal (bahwa mereka menolak)," sindir Trump.

Hubungan AS dengan NATO, yang memang sudah tegang di bawah kepemimpinan Trump, kian memburuk akibat perang Iran. Dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, The Telegraph, pekan lalu, Trump menyatakan tengah mempertimbangkan secara serius untuk menarik AS keluar dari NATO. Meskipun di bawah aturan era Presiden Joe Biden keluar dari NATO memerlukan persetujuan Kongres—sesuatu yang sulit didapat Trump—pernyataan ini tetap memicu kekhawatiran bagi para sekutu.

Mereka khawatir bahwa meskipun Trump tidak benar-benar keluar, ia mungkin akan menahan dukungan bagi blok tersebut. Hal ini dikhawatirkan dapat menghambat upaya membantu Ukraina dalam melawan Rusia.

Pada hari yang sama, Trump kembali menyebut NATO sebagai "macan kertas." Ia menambahkan, "Putin tidak takut pada NATO; Putin takut pada kami, sangat takut pada kami."

Selama ini, Trump terus mempertanyakan relevansi NATO dan mendesak negara anggota untuk meningkatkan anggaran pertahanan guna mengurangi beban pasukan AS. Tahun lalu, ia menuntut para anggota untuk menghabiskan 3,5% dari PDB untuk pertahanan pada 2035, ditambah 1,5% lagi untuk kebutuhan terkait keamanan.

(bbn)

No more pages