Logo Bloomberg Technoz

Pelemahan pada saham infrastruktur diperberat oleh amblesnya harga saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) drop 14,9%, dan saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang turun 10%. Serta saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) drop 7,09%.

Adapun saham–saham konsumen primer juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) terpeleset 14,6% dan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk. Tbk (UDNG) juga terjebak di zona merah dengan penurunan 9,64%. Serta saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) drop 8,12%.

Hingga penutupan perdagangan, indeks LQ45 yang berisikan saham–saham big caps tercatat melemah mencapai 0,95% dan 6,81 poin ke level 707,76.

Adapun saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin pelemahan saham LQ45 karena telah mengalami penurunan harga mencapai 9,34%. Disusul oleh melemahnya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang ambles 9,17%.

Sedangkan saham–saham unggulan LQ45 selanjutnya, seperti saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) berada pada zona merah dengan kehilangan 4,98%. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga melemah 3,72%.

Sama halnya dengan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melemah 2,74%. Untuk PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sahamnya drop 2,47%.

Utamanya, konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman untuk menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur Iran mulai Selasa (7/4/2026) jika Iran tidak membuka sepenuhnya jalur pelayaran di Selat Hormuz memicu terjadinya tekanan jual.

Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, investor global berada pada posisi yang tidak menentu di antara mengharapkan adanya kesepakatan yang mengakhiri perang dan eskalasi signifikan yang membuat harga minyak mentah terus menguat.

“IHSG bergerak melemah sejak awal perdagangan yang dipicu oleh berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut,” jelas riset Phintraco, Senin.

Menambah sentimen negatif, diumumkannya beberapa saham yang masuk dalam daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi per Maret 2026, di mana diantaranya adalah saham dengan kapitalisasi pasar yang besar, turut membebani pelemahan IHSG. 

“Hal ini karena kekhawatiran investor bahwa dalam saham–saham tersebut berpotensi akan dikeluarkan dari indeks MSCI pada rebalancing Mei 2026 mendatang,” papar Phintraco dalam riset yang sama.

Sebelumnya pada Minggu (5/4/2026), menyitir riset Phillip Sekuritas Indonesia, Trump mengulangi ancamannya dalam sebuah unggahan di Truth Social yang penuh kata–kata kasar untuk memulai pemboman besar–besaran terhadap infrastruktur listrik dan jembatan di seluruh Iran seiring dengan mendekatnya batas 10 hari yang diberikannya kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dampak dari konflik di Timur Tengah telah memperburuk prospek ekonomi AS dan global dengan mengancam untuk menekan pertumbuhan dan mendorong inflasi yang masih cukup tinggi, sehingga mengacaukan spekulasi tentang apakah Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan melanjutkan pemotongan suku bunga pada tahun ini.

(fad)

No more pages