Logo Bloomberg Technoz

Kader Partai Diduga Aniaya Istri, Telantarkan Anak Kandung


Ilustrasi Kekerasan. (Foto oleh Karolina Grabowska via pexels.com)
Ilustrasi Kekerasan. (Foto oleh Karolina Grabowska via pexels.com)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dua kader dari sebuah partai berinisial AY dan TY dilaporkan atas dugaan kekerasan psikis terhadap perempuan serta penelantaran anak. Laporan tersebut diajukan oleh Celine Wirianata melalui kantor hukum Frank Solicitors.

Pengaduan resmi disampaikan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan diterima langsung oleh Wakil Menteri, Veronica Tan.

"Klien kami adalah istri dari terlapor TY. Kami juga melaporkan AY yang merupakan bapak dari TY. Kami mengadukan kasus ini ke Wakil Menteri PPA Ibu Veronica Tan diterima dikantornya 30 Maret dengan nomor laporan CMP/NPT3221049.”

(Dok. Ist)

Kuasa hukum dari Frank Solicitors, Frank Hutapea, menyebut laporan ini mendapat perhatian khusus dari pihak kementerian.

“Bu Wamen memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Salah satu alasannya karena posisi tempat tinggal pelapor dan terlapor sama dengan bu Wamen di Jakarta Utara" jelas Frank Hutapea dari Frank Solicitors.

Dugaan Ancaman dan Penelantaran Anak

Dalam laporan tersebut, pelapor diduga mengalami kekerasan psikis dan ancaman dari AY. Insiden tersebut terjadi saat pelapor berencana mengajukan gugatan cerai terhadap TY.

Saat proses mediasi, AY disebut membentak serta mengancam pelapor dengan menyebut adanya dukungan besar dari pihak partai.

"Kekerasan psikis dan ancaman yang diperoleh pelapor ketika pelapor hendak mengajukan cerai dengan terlapor TY."

Lebih lanjut, TY diketahui tengah menjalani masa tahanan sebagai terpidana dalam kasus lain. Kondisi tersebut memperburuk situasi rumah tangga yang dialami pelapor.

Menurut Frank, bukti-bukti berupa rekaman suara dan percakapan telah diserahkan kepada pihak kementerian sebagai bagian dari laporan resmi.

"Bukti rekaman kekerasan psikis dan ancaman tersebut dan semua bukti chat sudah kami serahkan ke Bu Vero," jelas Frank.

Selain dugaan kekerasan psikis, TY juga dituding mengabaikan kewajibannya sebagai ayah dengan tidak memberikan nafkah kepada anaknya.

"Kami secepatnya juga akan meminta perlindungan dari ulah pasangan bapak anak oknum yang mencoreng nama partai dan melaporkan nya ke dewan kehormatan Partai," tandas Frank.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama terkait perlindungan perempuan dan anak, serta integritas kader dalam partai politik.