Logo Bloomberg Technoz

Tak lama, Iran melakukan tindakan balasan ke peperarangan dunia siber. Dilansir dari laman Unit 42, menyebutkan bahwa terkini, kemampuan kelompok negara Iran sementara melemah karena gangguan internet.

Diketahui, konektivitas internet Iran turun drastis menjadi sekitar 1–4% setelah serangan siber tersebut. Sehingga, membuat kelompok hacker atau aktor ancaman Iran kesulitan berkoordinasi.

Dalam laporan tersebut menyatakan, meski aktor ancaman yang berpihak dengan Iran yang berbasis di luar wilayah menurun sementara, tetapi didapati terjadi lonjakan aktivitas hacktivist pro-Iran secara global.

Karakteristik aktivitas yang didapati berupa, website defacement atau mengubah tampilan situs, serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS), dan serangan eksfiltrasi dan penghapusan data.

Pada perkembangannya, diperkirakan sekitar 60 kelompok hacktivist termasuk kelompok pro-Rusia aktif pada 2 Maret 2026.

Beberapa kelompok yang muncul seperti, Handala Hack yaitu persona hacktivist yang dikaitkan dengan intelijen Iran, APT Iran, Perlawanan Islam Siber, Dark Storm Team (juga dikenal sebagai DarkStorm atau MRHELL112).

Kemudian, Tim FAD (sering disebut dalam laporan sebagai Tim Fatimiyoun Cyber atau Fatimion). Lalu Evil Markhors, Sylhet Gang atau sering disebut sebagai Sylhet Gang-SG, Tim 313 (Perlawanan Siber Islam di Irak), hingga DieNet sebagai kelompok hacktivis pro-Iran yang melakukan serangan DDoS terhadap berbagai organisasi di seluruh Timur Tengah.

Tak hanya itu, didapati juga kelompok pro-Rusia seperti NoName057(16) dan Russian Legion yang menyerang dengan target Israel.

(ain)

No more pages