Logo Bloomberg Technoz

Pasar Pantau Rencana Dialog AS-Iran di Doha, Harga Minyak Menguat

News
30 June 2026 07:00

Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)

Rong Wei Neo - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia mempertahankan penguatannya menjelang rencana perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar. Pergerakan ini terjadi di tengah mencuatnya sinyal-sinyal kontradiktif dari Washington dan Teheran yang memicu keraguan pasar atas fase negosiasi berikutnya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat bulan tersebut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$70 per barel setelah menguat 2,2% pada Senin (29/6). Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan Teheran akan tetap melanjutkan rencana untuk mengawasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz "jika karena alasan apa pun Oman tidak tertarik untuk melakukannya" secara bersama-sama. Pernyataan ini mempertegas adanya perbedaan pandangan terkait pengelolaan jalur pelayaran vital tersebut di masa depan.


Di sisi lain, Washington menyatakan bahwa roda perundingan dijadwalkan mulai berputar pada hari Selasa (30/6) di Doha. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran melalui saluran Telegram resmi mereka menyatakan hanya akan mengirim delegasi ahli, sekaligus menutup pintu bagi adanya negosiasi langsung dengan AS. Berdasarkan kesepakatan sementara saat ini, Iran diatur untuk tidak menarik biaya tol selama 60 hari, tetapi membuka celah kemungkinan bagi kapal-kapal dagang untuk membayar biaya tertentu setelah periode tersebut berakhir, sebuah langkah yang ditentang keras oleh AS, Eropa, dan negara-negara Teluk Arab.

Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sempat melambat sepanjang akhir pekan kemarin setelah ketegangan konflik kembali memanas yang menyebabkan dua kapal menjadi sasaran serangan. Kendati demikian, terdapat indikasi bahwa perusahaan-perusahaan kapal tanker beserta kru mereka mulai bersedia kembali mengarungi Selat Hormuz. Hal ini menjadi langkah kritikal untuk memulihkan pasar minyak global ke kondisi normal dan membuka kembali pasokan jutaan barel minyak yang sempat tertahan.