Ekonom Respons Rencana Purbaya Tambal APBN Pakai SAL
Mis Fransiska Dewi
02 April 2026 11:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menambal kebutuhan belanja sekaligus menyusutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, di tengah tingginya harga minyak dunia imbas eskalasi konflik Timur Tengah.
Menanggapi rencana tersebut, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman menilai rencana tersebut mencerminkan kualitas perencanaan fiskal yang lemah karena persoalan diselesaikan dengan solusi jangka pendek.
Menurut dia, penggunaan SAL untuk menutup defisit APBN 2026 sejatinya merupakan instrumen pembiayaan jangka pendek, karena tidak menambah utang baru dan dapat meredam tekanan likuiditas pemerintah. Rizal berpendapat, pemerintah seharusnya memperbaiki keseimbangan postur penerimaan dan belanja secsra fundamental agar berdampak dalam jangka panjang atau berkelanjutan.
“Ini bukan solusi struktural. Ketergantungan berlebihan pada SAL mencerminkan melemahnya kualitas perencanaan fiskal, karena pemerintah menggunakan 'tabungan masa lalu' untuk membiayai kebutuhan saat ini, bukan memperbaiki keseimbangan penerimaan dan belanja secara fundamental,” kata dia saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).
Dia menjelaskan terdapat sejumlah risiko ketika pemerintah menggunakan SAL secara agresif bahkan hingga menipis. Pemerintah nantinya akan kehilangan buffer fiskal untuk menghadapi tekanan ke depannya, seperti lonjakan harga minyak atau pelemahan rupiah.






























