Logo Bloomberg Technoz

Optimisme Perdamaian Dorong Saham AS Naik, Minyak Melemah

News
02 April 2026 05:04

Wall Street Melihat Gelembung AI Akan Datang (Bloomberg)
Wall Street Melihat Gelembung AI Akan Datang (Bloomberg)

Ira Iosebashvili, Rose Henderson dan Andre Janse van Vuuren - Bloomberg News

Bloomberg, Saham-saham AS menguat untuk hari kedua seiring meningkatnya harapan bahwa perang di Timur Tengah mungkin mendekati akhir, sementara Brent sempat turun di bawah US$100 per barel. Obligasi pemerintah AS (Treasuries) berfluktuasi dan dolar mencatat penurunan untuk hari kedua.

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,7%, melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya ketika investor menilai komentar Presiden Donald Trump mengenai arah konflik. Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa Iran telah meminta gencatan senjata, seraya menambahkan bahwa AS hanya akan mempertimbangkannya jika Selat Hormuz dibuka kembali. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan klaim permintaan gencatan senjata tersebut “salah dan tidak berdasar,” menurut televisi pemerintah.


Pada hari Selasa, Trump mengatakan ia memperkirakan AS akan mengakhiri konflik tersebut dalam dua hingga tiga minggu, yang memicu reli tajam di pasar saham. Pemimpin AS itu akan memuji kampanye militernya di Iran sebagai keberhasilan dalam pidato utama pada Rabu malam dan menekankan bahwa berakhirnya operasi kemungkinan terjadi dalam jangka waktu tersebut, menurut seorang pejabat Gedung Putih.

“Pemulihan yang tajam dalam dua hari terakhir bisa jadi mencerminkan pelaku pasar besar (smart money) yang bertaruh pada meredanya ketegangan di Timur Tengah, atau bisa juga menunjukkan adanya sedikit keputusasaan yang mendorong ketakutan ketinggalan momentum pemulihan,” ujar Michael Bailey, direktur riset di perusahaan manajemen kekayaan FBB Capital Partners.