Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Terhadap Rupiah Agak Reda, Pasar Tunggu Data Ekonomi

Tim Riset Bloomberg Technoz
01 April 2026 08:31

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) sedikit mereda, setelah sinyal de-eskalasi konflik Timur Tengah kembali mencuat. 

Rupiah di pasar offshore hari ini, Rabu (1/4/2026), stagnan dengan sedikit perubahan 0,06% dari Rp16.977/US$ menjadi Rp16.988/US$, setelah sehari sebelumnya bertahan di level Rp17.000-an/US$.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perkiraannya bahwa Negeri Adikuasa akan mengakhiri perang dengan Iran dalam dua hingga tiga munggu. Sambil sesumbar bahwa AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya di Iran dan menyerahkan penyelesaian isu Selat Hormuz kepada negara lain. 


"Kita sekarang telah mengalami perubahan rezim. Perubahan rezim bukan tujuan saya. Tujuan saya satu: mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan tujuan itu telah tercapai. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump. 

Namun, secara konkret belum terlihat komitmen Trump terkait tenggat waktu penyelesaian konflik tersebut. Sementara, pengerahan tambahan pasukan AS ke dalam kawasan konflik beberapa hari terakhir juga masih membuka opsi bahwa eksalasi masih bisa berlanjut apabila Trump berubah pikiran.