Logo Bloomberg Technoz

4 Sikap RI Jaga Energi di Tengah Perang Iran: Atur BBM hingga B50

Azura Yumna Ramadani Purnama
31 March 2026 19:50

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan empat sikap pemerintah untuk menjaga ketahanan energi di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pertama, Bahlil menegaskan kondisi cadangan bahan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini berada di atas standar minimum nasional; baik untuk solar, bensin, avtur, gas, maupun gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG).  

“Artinya, sekalipun kita tahun ketegangan geopolitik yang belum tahu kapan selesainya, dan beberapa negara lain telah melakukan berbagai kebijakan efisiensi, kita bersyukur cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional,” kata Bahlil dalam konferensi pers Kebijakan-Kebijakan Pemerintah dalam Menyikapi Kondisi Geopolitik Global Terkini yang disiarkan secara daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).


Berdasarkan catatan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas pada hari ini, stok bensin selama periode 12—31 Maret 2026 berada di atas 20 hari, sementara Solar bersubsidi berada di atas 18 hari. Selanjutnya, stok solar nonsubsidi seperti Pertamina Dex dilaporkan berada di atas 40 hari.

Adapun, stok bahan bakar jet atau avtur tercatat 30 hari, sedangkan LPG 11,6 hari.

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)