Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Usulkan Kuota Subsidi BBM dan Listrik Ditambah pada 2027

Sabrina Mulia Rhamadanty
16 June 2026 12:40

Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya peningkatan kuota subsidi energi sebagai asumsi dasar sektor ESDM dalam rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) 2027.

Usulan peningkatan kuota subsidi ini dibidik pada subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan listrik sedangkan subsidi untuk liquefied petroleum gas (LPG) diusulkan tetap atau sama dengan kuota subsidi sepanjang 2026.

Untuk kuota BBM bersubsidi, Bahlil mengusulkan kenaikan dalam RAPBN 2027 dengan volume BBM bersubsidi dialokasikan dalam rentang 19,343 juta kiloliter (kl) sampai 19,561 juta kl, yang terdiri dari minyak tanah dan solar.


“Volume BBM bersubsidi 2026 sekitar 19,17 juta kl, tetapi pada 2027 kita alokasikan di angka 19,34 juta hingga 19,56 juta kl,” kata Bahlil dalam agenda rapat kerja dengan Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026).

Usulan ini lebih besar dari angka yang ditetapkan dalam APBN 2026. Pada tahun ini, subsidi BBM sebesar 19,17 juta kl, dengan realisasi sampai Mei 2026 sebesar 7,98 juta kl.