Logo Bloomberg Technoz

Anomali Harga Migas Untungkan Rusia, G7 Didesak Pertebal Cadangan

News
30 March 2026 10:40

An oil pumping jack, also known as a nodding donkey, in an oilfield near Dyurtyuli, Russia (Bloomberg-Andrey Rudakov)
An oil pumping jack, also known as a nodding donkey, in an oilfield near Dyurtyuli, Russia (Bloomberg-Andrey Rudakov)

Tom Rees - Bloomberg News

Bloomberg, Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, akan mendesak negara-negara anggota Kelompok Tujuh (G7) untuk meningkatkan pasokan energi domestik dan memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak dan gas (migas) baru-baru ini justru menguntungkan Vladimir Putin di Rusia.

Reeves akan mengatakan bahwa negara-negara Barat perlu meningkatkan investasi dalam energi terbarukan dan tenaga nuklir untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada gas ketika dia berbicara dengan para menteri keuangan dan energi G7 serta para bankir sentral dalam panggilan daring pada Senin (30/3/2026).


Dia diperkirakan bakal memperingatkan bahwa Rusia mendapat keuntungan dari harga energi yang tinggi dan bahwa pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil akan mengurangi pengaruh Putin, menurut pernyataan yang dirilis pada Minggu (29/3/2026).

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga akan menjamu para pemimpin bisnis dari sektor energi, perkapalan, perbankan, dan asuransi di Downing Street untuk membahas konflik Iran pada Senin. Mereka termasuk perwakilan dari Shell Plc, BP Plc, dan Lloyd’s of London.