Logo Bloomberg Technoz

8 Krisis Minyak Pengguncang Dunia: 1973 hingga Kelumpuhan Hormuz

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 March 2026 10:00

Nodding donkey di Azerbaijan./Bloomberg-Taylor Weidman
Nodding donkey di Azerbaijan./Bloomberg-Taylor Weidman

Bloomberg Technoz, Jakarta – Dunia hari-hari ini sedang dihadapkan padab potensi krisis minyak mentah gegara perang yang terjadi antara Israel–Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Perang yang dimulai dari serangan pada 28 Februari 2026 tersebut sudah menyebabkan kekacauan di jalur nadi perdagangan minyak dan gas (migas) dunia setelah Republik Islam Iran resmi menutup akses Selat Hormuz di Teluk Persia.

Bagi perekonomian global, konflik Timur Tengah yang terjadi kali ini langsung memicu kenaikan harga minyak. Iran sendiri merupakan produsen minyak yang berkontribusi sekitar 5% pasokan minyak mentah dunia.


Selain itu, sekitar 20% aliran minyak global melewati Selat Hormuz yang berada tepat di 'halaman rumah' Iran.

Namun, krisis minyak bukan kali ini saja menerpa dunia pasca-Perang Dunia II.

Jalur dagang di Selat Hormuz dan Bab El-Mandeb./dok. Bloomberg