Logo Bloomberg Technoz

Harga Aluminium Melonjak 6% usai Serangan Iran ke Timur Tengah

News
30 March 2026 08:10

Lembaran aluminium. (Oliver Bunic/Bloomberg)
Lembaran aluminium. (Oliver Bunic/Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Harga aluminium melonjak sekitar 6% setelah Iran menyerang dua lokasi produksi utama di Timur Tengah. Insiden ini mengancam akan memperparah gangguan pasokan global dari wilayah yang menyumbang porsi signifikan terhadap total output dunia tersebut.

Harga pada bursa London Metal Exchange (LME) melesat hingga 6% menjadi US$3.492 per ton pada awal perdagangan. Kenaikan ini turut mendorong penguatan harga saham perusahaan-perusahaan aluminium di Australia.


Produsen aluminium terbesar di Timur Tengah, Emirates Global Aluminium PJSC, menyatakan pada hari Sabtu bahwa fasilitas mereka di Abu Dhabi mengalami "kerusakan signifikan". Sementara itu, perusahaan milik negara, Aluminium Bahrain, mengonfirmasi bahwa mereka tengah melakukan penilaian kerusakan pada fasilitas produksinya.

Perang di Timur Tengah sebelumnya telah mendongkrak harga aluminium, yang merupakan bahan baku vital untuk otomotif, pesawat terbang, hingga panel surya. Hal ini terjadi karena pabrik peleburan (smelter) di kawasan tersebut tidak dapat mengirimkan logam maupun mendatangkan bahan baku. Serangan terbaru ini berisiko memperburuk keadaan karena berpotensi melumpuhkan pasokan dalam jangka waktu yang lebih lama, bahkan jika Selat Hormuz nantinya dibuka kembali.