Teheran Gelap Gulita, AS Siapkan Invasi Darat demi Selat Hormuz
News
30 March 2026 05:20

Patrick Sykes dan Sherif Tarek - Bloomberg News
Bloomberg, Sebagian wilayah Teheran lumpuh total akibat pemutusan aliran listrik setelah serangan rudal pada Minggu (29/3). Insiden ini menandai eskalasi baru saat Iran dan proksinya melancarkan serangan balasan terhadap sekutu Amerika Serikat (AS), sementara ribuan personel militer tambahan Washington mulai membanjiri kawasan Timur Tengah.
Kedatangan gugus tugas serbu amfibi AS serta keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran memicu kekhawatiran bahwa perang akan meluas saat memasuki bulan kedua. Padahal, Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki tengah berupaya keras mencari jalan keluar diplomatik.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa baik Iran maupun AS telah menyatakan kepercayaan kepada Pakistan untuk menjadi tuan rumah perundingan di masa depan. Namun, hingga kini kedua belah pihak belum menunjukkan kesiapan nyata untuk bertemu.
Presiden Donald Trump terus mendorong negosiasi seiring melonjaknya harga bahan bakar di AS pada tahun pemilihan kongres. Trump memutuskan untuk menunda tenggat waktu hingga 6 April bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi penghancuran total pembangkit listrik mereka. Namun, Iran menolak proposal 15 poin dari Trump dan bersikeras menuntut kompensasi perang, syarat yang kemungkinan besar akan ditolak Washington.























