Logo Bloomberg Technoz

Pakistan muncul sebagai pemain kunci dalam upaya perdamaian ini dengan memanfaatkan hubungan baiknya dengan Presiden Donald Trump serta ikatan historis yang panjang dengan Iran. Selain itu, Pakistan memiliki pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi—yang sempat menjadi target serangan Iran. Motivasi Islamabad untuk menemukan resolusi damai sangat kuat demi menghindari risiko terseret ke dalam pusaran konflik lebih jauh.

Sejauh ini, baik Iran maupun AS belum menunjukkan keseriusan yang konsisten untuk berdialog. Trump sempat menyatakan keinginannya untuk berunding, namun di saat yang sama, ia juga bersiap meningkatkan kampanye pengeboman dan telah mengirim ribuan tentara tambahan ke kawasan tersebut.

AS diketahui telah mengirimkan 15 poin proposal gencatan senjata kepada Iran melalui Pakistan, namun Teheran menolaknya. Iran kini menggunakan kendalinya atas Selat Hormuz sebagai posisi tawar. Jalur air vital bagi pasokan minyak dan gas dunia tersebut terganggu, memicu lonjakan harga minyak mentah dan kelangkaan gas di Asia. Sejauh ini, hanya segelintir kapal tanker dari negara tertentu seperti China, India, dan Pakistan yang diizinkan melintas dengan aman.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengadakan pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir.

"Sembari menegaskan solidaritas penuh dan dukungan teguh Pakistan bagi Kerajaan Arab Saudi, saya mengapresiasi kesabaran luar biasa yang ditunjukkan Arab Saudi di tengah krisis ini. Pakistan akan selalu berdiri bahu-membahu dengan Arab Saudi," tulis PM Sharif melalui unggahan di platform X.

Konflik ini tampak semakin meluas dalam beberapa hari terakhir. Saat AS mulai memobilisasi ribuan pasukan darat di kawasan, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mulai terjun ke medan perang dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada Sabtu lalu. Di tengah situasi ini, posisi Pakistan sebagai juru damai semakin diperkuat oleh hubungan erat antara Panglima Asim Munir dengan pemerintahan Trump selama setahun terakhir.

(bbn)

No more pages