Di samping itu, KAI mencatat selama periode 11-28 Maret 2026 telah melayani 4.215.419 pelanggan, dengan lonjakan terjadi pada fase arus balik. Dengan detail sebagai berikut:
- 11 Maret: 101.617 pelanggan (63,7%)
- 12 Maret: 126.208 pelanggan (79,2%)
- 13 Maret: 165.675 pelanggan (101,4%)
- 14 Maret: 185.873 pelanggan (113,7%)
- 15 Maret: 180.836 pelanggan (110,6%)
- 16 Maret: 173.753 pelanggan (106,3%)
- 17 Maret: 191.413 pelanggan (117,1%)
- 18 Maret: 205.842 pelanggan (125,9%)
- 19 Maret: 196.324 pelanggan (120,1%)
- 20 Maret: 167.659 pelanggan (104,6%)
- 21 Maret: 193.583 pelanggan (120,2%)
- 22 Maret: 242.810 pelanggan (150,7%)
- 23 Maret: 247.025 pelanggan (154,1%)
- 24 Maret: 250.650 pelanggan (153,4%)
- 25 Maret: 230.784 pelanggan (141,2%)
- 26 Maret: 221.283 pelanggan (135,4%)
- 27 Maret: 218.396 pelanggan (133,6%)
- 28 Maret: 222.059 pelanggan (135,9%).
Anne menambahkan bahwa okupansi di atas 100% merupakan karakteristik operasional perjalanan kereta api.
"Dalam satu rangkaian perjalanan, pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sehingga satu kursi dapat digunakan lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda," jelasnya.
Oleh karena itu, KAI mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif jadwal dan relasi perjalanan yang masih tersedia.
Adapun sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Lebaran antara lain KA Joglosemarkerto, KA Airlangga, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.
"Pergerakan pelanggan di stasiun antara membuka peluang ketersediaan tempat duduk. Perjalanan tetap dapat direncanakan secara fleksibel," pungkasnya.
(prc/ros)




























