Logo Bloomberg Technoz

Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan di Tengah, Bos KAI Buka Suara

Pramesti Regita Cindy
29 April 2026 11:45

Penumpang menaiki gerbong commuter line (KRL) di Stasiun Duri, Jakarta, Selasa (15/6/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Penumpang menaiki gerbong commuter line (KRL) di Stasiun Duri, Jakarta, Selasa (15/6/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI buka suara terkait usulan menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) arifah Fauzi yang menyarankan agar gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta.

Hal ini menyusul terjadinya insiden tabrakan KRL dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, pada Senin (27/4/2026) malam. 

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pada prinsipnya perseroan tidak membeda-bedakan aspek keselamatan antara penumpang laki-laki dan perempuan. 


"Kita tidak [ingin] membedakan, dari tingkat keselamatan, tidak kita bedakan antara gender perempuan dan gender laki-laki," kata Bobby dalam konferensi persnya, di Stasiun Bekasi Timur,  Rabu (29/4/2026). 

Meski begitu, Bobby menyebut setidaknya ada tiga pertimbangan utama yang digunakan KAI terkait pemisahan gerbong ini.