“Karena stasiun-stasiun melewati fasilitas publik, pusat perekonomian, pusat perbelanjaan. Misalnya Stasiun Ampera dekat dengan perbelanjaan ekonomi rakyat,” katanya.
Bertalian dengan itu, LRT Sumsel turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendorong masyarakat memanfaatkan kehadiran UMKM ritel di area stasiun. Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, LRT Sumsel menyediakan ruang usaha (tenant) bagi pelaku UMKM di sejumlah stasiun strategis, seperti Stasiun Ampera, Asrama Haji, Bumi Sriwijaya, Polrestabes, dan DJKA.
Tenant-tenant tersebut menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga makanan dan minuman.
“Kami tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui pemberdayaan UMKM lokal. Harapannya, kehadiran LRT Sumsel dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi pengalaman yang aman, nyaman, menyenangkan, dan efisien bagi seluruh pengguna,” kata Aida.
Achyar, salah satu pemudik pada Lebaran ini turut menikmati layanan LRT Sumsel. Ia pun mampir ke Sentral Kampung Pempek untuk membeli oleh-oleh. Ia sudah langganan ke tempat ini karena menawarkan harga yang ramah di kantong dengan beragam pilihan.
“Ya cari oleh-oleh di sini, sudah dari dulu karena harganya murah. Terus enggak susah carinya, misalnya mau jenis pempek apa,” ucap dia.
(red)
































