Logo Bloomberg Technoz

Iran mengatakan telah memulangkan tiga kapal serupa dari berbagai negara, lapor kantor berita semi-resmi Mehr.

Secara keseluruhan, lalu lintas kapal tampaknya tidak meningkat meskipun Iran berupaya menerapkan sistem pungutan tol, dengan target pembayaran hingga US$2 juta per pelayaran melalui jalur air tersebut.

Teheran juga menyatakan pekan ini bahwa kapal-kapal dari negara-negara "bermusuhan" tidak akan diizinkan lewat, menyoroti kemungkinan bahwa beberapa kapal lain mungkin diizinkan.

Penutupan jalur air ini telah menjadi isu paling mendesak bagi perekonomian global karena merupakan jalur minyak paling sibuk di dunia.

Hal ini menyebabkan kekurangan pasokan minyak bumi global yang besar, mendorong lonjakan harga bahan bakar, dan memaksa negara-negara produsen di kawasan tersebut untuk mengurangi produksi jutaan barel per hari.

Data pelacakan menunjukkan bahwa hadiah yang dikatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terima dari Iran—berupa izin bagi 10 kapal tanker minyak untuk lewat—tampaknya belum terwujud hingga saat ini.

Untuk lebih jelasnya, kapal-kapal mungkin saja menyelinap keluar, sehingga sulit untuk memastikan berapa tingkat lalu lintas yang sebenarnya.

Sebagian besar kapal mematikan peralatan sinyal mereka saat berlayar melalui jalur air dan hanya menyalakannya kembali ketika mereka sudah jauh.

Citra satelit di area tersebut juga mengalami keterlambatan, yang semakin mempersulit pengamatan kapal.

Per Jumat (27/3/2026), Iran dan Israel saling melancarkan serangan rudal, dengan Teheran juga menargetkan negara-negara Teluk.

Arab Saudi melaporkan mencegat drone dan rudal yang menuju Riyadh, sementara peringatan berbunyi di Doha dan pelabuhan Kuwait mengalami kerusakan akibat serangan drone.

Israel, di pihak lain, mengatakan akan meningkatkan serangan terhadap infrastruktur militer Iran.

Pada Jumat terungkap bahwa salah satu pemilik kapal, Dynacom Tankers Management Ltd. dari Yunani, mengirim setidaknya kapal tanker ketiganya melalui selat tersebut.

Untuk mencoba menangkap kapal yang mematikan transponder mereka, Bloomberg memantau kapal-kapal yang menghilang dari Teluk Persia, serta kapal-kapal yang muncul kembali di perairan jauh di luar Hormuz.

(bbn)

No more pages