Logo Bloomberg Technoz

Selain menjaga kontinuitas operasional, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Kilang Dumai menerapkan standar HSSE secara disiplin untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan aman dan terkendali.

Sebagai bagian dari pengawasan operasional, manajemen kilang melakukan Management Walkthrough ke sejumlah area operasi. Kegiatan ini dilakukan usai pelaksanaan Salat Idul Fitri untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Iwan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh personel menjalankan standar keselamatan dengan konsisten. Pendekatan ini menegaskan bahwa kinerja operasional harus berjalan seiring dengan aspek keselamatan.

“Kami memberikan apresiasi tertinggi bagi rekan-rekan yang tetap bertugas di lapangan. Semoga dedikasi ini memberikan keberkahan serta menjadi semangat bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyaraka,” tambah Iwan

Sinergi dan Pengawasan Perkuat Keandalan Kilang

Kegiatan Management Walkthrough juga menjadi momentum bagi manajemen untuk memberikan dukungan moril kepada para pekerja. Kehadiran langsung di lapangan menunjukkan perhatian perusahaan terhadap peran penting pekerja dalam menjaga operasional.

Selain itu, manajemen turut memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja para pekerja yang bertugas selama hari raya.

Kilang Dumai juga menargetkan produksi sebesar 3,27 juta barel sepanjang Maret 2026. Produksi tersebut terdiri dari pertalite, solar, dan avtur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Untuk memastikan keandalan operasional, pengawasan dilakukan secara real time melalui Main Control Room. Selain itu, kegiatan plant patrol juga dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi fasilitas.

Aspek keamanan menjadi perhatian serius dalam menjaga operasional kilang. Pengamanan melibatkan sinergi berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.

Pihak yang terlibat antara lain Security Kilang Dumai, aparat kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah meningkatnya aktivitas selama Lebaran.

Selain fokus pada operasional, Kilang Dumai juga menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan melalui kegiatan silaturahmi yang berlangsung setelah Salat Idul Fitri.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen menyampaikan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan kemanusiaan. Idul Fitri dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kualitas diri.

Kunjungan ke sejumlah stakeholder juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi. Di antaranya kunjungan ke Wakil Wali Kota Dumai dan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelancaran operasional.

“Kolaborasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional, khususnya selama periode RAFI ini. Melalui sinergi yang solid, kami memastikan operasional kilang tetap berjalan aman dan andal, dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat,” tutup Muhammad Rum.

Upaya yang dilakukan Kilang Dumai menunjukkan bahwa keandalan pasokan energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi manusia dan sistem. Kolaborasi yang kuat menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas operasional.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Komitmen ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional di momen strategis seperti Idul Fitri.

(tim)

No more pages