“Perolehan Wilayah Kerja Southwest Andaman ini menjadi bukti keyakinan teknis tim kami, keahlian eksplorasi laut dalam, serta semangat pertumbuhan perusahaan. Kami memiliki pemahaman mendalam terhadap cekungan Andaman, dan perolehan ini memperkuat rangkaian temuan strategis multi-TCF kami di Layaran, Tangkulo, dan Timpan,” kata Hamed dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (27/3/2026).
Secara geologi, kata dia, Southwest Andaman merupakan kelanjutan alami dari Bampo DHI yang telah terbukti, yang juga menjadi dasar keberhasilan pengeboran terakhir perusahaan, termasuk temuan besar di sumur Layaran-1 dan Tangkulo-1 di South Andaman.
“Di area ini, Mubadala Energy terus menunjukkan kemajuan menuju target gas pertama sebelum akhir 2028,” tegas dia.
Lebih lanjut, pengeboran eksplorasi pertama di Southwest Andaman diharapkan dapat dilaksanakan pada fase eksplorasi kedua atau tahun keempat hingga keenam.
“Pelaksanaannya akan direncanakan setelah akuisisi dan interpretasi penuh atas data seismik 3D terbaru, sesuai komitmen KKS serta sejalan dengan kegiatan Mubadala Energy di portofolio Andaman,” papar dia.
Adapun, portofolio Mubadala Energy di Andaman mencakup lima WK yakni; South Andaman, Central Andaman, Andaman I, Andaman II, dan Southwest Andaman.
Sekadar informasi, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengumumkan Pemenang Lelang Penawaran Langsung untuk sembilan WK Migas dengan nilai investasi total berupa komitmen pasti sebesar US$84,75 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$3,65 juta.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman memaparkan bahwa terdapat sembilan blok migas baru hasil lelang WK Migas tahun 2025 tahap II dan tahap III yang telah didapat pemenangnya.
Sembilan WK dimaksud, yaitu untuk WK Bintuni, WK Karunia, WK Drawa, WK Jalu, WK Southwest Andaman, WK Barong, WK Delapan Muaro, WK Tapah, dan WK Nawasena.
"Dari total sekitar 110 potensi area blok migas baru, terdapat 21 area yang telah diminati dan terdapat pemenangnya. Pemerintah berharap wilayah-wilayah kerja ini dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia di masa depan. Kami juga mengimbau agar pemenang lelang melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik, dan segera menyelesaikan Kontrak Kerja Sama," katanya melalui keterangan pers, pekan lalu.
WK Bintuni dimenangkan oleh Konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc; WK Karunia oleh PT Sele Raya; WK Drawa oleh Konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc.
Selanjutnya, WK Jalu dimenangkan oleh Armada Talu Holdings B.V; WK Southwest Andaman oleh Mubadala Petroleum (Andaman II JSA) Limited; WK Barong oleh Konsorsium Inpex Corporation & BP Exploration Indonesia Limited; WK Delapan Muaro oleh PT Tenang Wijaya Sejahtera; WK Tapah oleh PT Goldenheaven Prima Investama; serta WK Nawasena oleh PT Medco Energi Linggau.
Saat ini dengan potensi migas yang dimiliki Indonesia, pemerintah yakin dapat menyediakan energi nasional di masa depan. Potensi migas yang telah teridentifikasi terdapat 128 cekungan migas dan hanya sebanyak 20 cekungan migas yang diproduksikan.
"Pemerintah telah mengidentifikasi 110 area potensial yang tersebar di seluruh nusantara. Ini termasuk 21 Wilayah Kerja telah didapatkan pengelolanya dari lelang sejak akhir tahun 2024, termasuk sembilan Wilayah Kerja yang telah diumumkan tersebut," imbuh Laode.
(azr/wdh)






























