Harga Minyak Turun, Rupiah Masih Rentan atau Bisa Pulih?
Tim Riset Bloomberg Technoz
25 March 2026 08:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) pagi ini stagnan, di tengah pelemahan dolar AS akibat dan turunnya harga minyak dunia.
Rupiah offshore dibanderol Rp16.906/US$ pada pembukaan perdagangan Rabu (25/3/2026), lalu melemah terbatas 0,05% ke Rp16.916/US$. Indeks dolar AS melemah 0,22% ke 99,21 di tengah penurunan harga minyak Brent 5,54% ke US$98,7 per barel.
Penurunan harga minyak terjadi seiring menguatnya optimisme terhadap dorongan AS untuk menyelesaikan konflik Timur Tengah yang telah berlangsung hampir satu bulan. Hal ini juga kemudian membuat dolar AS ikut melemah.
Sementara itu, bursa di pasar Asia mulai menguat lantaran ada harapan de-eskalasi. Indeks Topix Jepang naik 1,6%, Futures S7P 500 juga ikut naik 0,6%, S7P/ASX 200 Australia ikut terkerek 1,,4%.
Dari pasar mata uang di kawasan yang sudah buka, mayorita mata uang bergerak di zona hijau. Won Korea Selatan menguat 0,49%, baht Thailand 0,32%, ringgit Malaysia 0,22%, dolar Singapura 0,09%, yuan offshore 0,07%, yen Jepang 0,02%. Sebaliknya, hanya dolar Hong Kong yang tercatat melemah 0,01%.

























