Logo Bloomberg Technoz

Sebagai catatan, pasar keuangan telah bergerak liar sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu, dengan volatilitas tinggi. Fluktuasi tajam pada harga minyak menyulitkan investor dalam melakukan penilaian risiko, karena lonjakan harga komoditas minyak telah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memicu bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama. 

Bagi rupiah yang hari ini akan kembali diperdagangkan di pasar spot, meredanya tensi dan adanya harapan de-eskalasi sedikit menguntungkan.

Sebab, pergerakan rupiah offshore cenderung defensif dan melemah saat periode libur Nyepi dan Lebaran. Hari ini, dengan melemahnya dolar AS dan turunnya harga minyak, rupiah diperkirakan dapat menguat terbatas atau setidaknya bergerak lebih stabil di pasar spot

Penurunan harga minyak mentah juga turut meredakan tekanan terhadap defisit transaksi berjalan dan ekspektasi inflasi, sehingga bisa memberikan ruang bagi rupiah untuk bisa melakukan rebound teknikal. 

Meski begitu, secara teknikal nilai rupiah masih ada potensi melemah, mencermati sejumlah sentimen hingga dalam mode wait and see, dengan pelemahan terdekat menuju level Rp17.000/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua berpotensi tertahan di level Rp17.050/US$.

Selama nantinya nilai rupiah bertengger di atas Rp17.000/US$ usai tertekan, maka masih ada potensi untuk lanjut melemah hingga mencapai Rp17.200/US$.

Sementara itu, trendline sebelumnya pada time frame daily menjadi resistance psikologis potensial pada level Rp16.900/US$. Kemudian, target penguatan lanjutan untuk kembali menembus level Rp16.800/US$.

(riset/aji)

No more pages