Logo Bloomberg Technoz

Di Luar Negeri, Rupiah Dijual Rp16.800-Rp17.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 March 2026 09:18

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) sepanjang pekan masih defensif. Selama pasar spot tutup, rupiah di pasar offshore bergerak di rentang Rp16.890/US$ hingga Rp17.029/US$. 

Pada perdagangan hari ini, Selasa (24/3/2026) pagi saat pasar spot tutup, rupiah offshore dibuka stagnan di Rp16.891/US$ lalu melemah 0,4% ke Rp16.958/US$. Kemarin, rupiah sempat menguat hingga 0,5% dari Rp16.931/US$ ke Rp16.891/US$. 

Pergerakan rupiah di pasar offshore sejak awal Maret hingga Selasa (24/3/2026) pagi. (Bloomberg).

Kemarin, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pembicaraan gencatan senjata dengan Iran sempat mendukung penguatan di pasar Asia. Namun penguatan itu berkurang, setelah Iran membantah kemungkinan negosiasi.


Hal ini membawa penguatan indeks dolar AS sebesar 0,36% ke posisi 99,3. 

Penguatan indeks dolar AS ini membawa pergerakan beragam bagi mata uang di pasar Asia. Won Korea Selatan memimpin pelemahan, disusul dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan yuan offshore China, dan yen Jepang.