Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan harga minyak ikut mendongkrak harga batu bara. Dalam sebulan terakhir, harga minyak jenis brent melambung lebih dari 47% akibat perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran.

Saat harga minyak bumi makin mahal, ada ekspektasi peralihan energi ke batu bara, terutama untuk pembangkit listrik. Ini menyebabkan harga batu bara ikut melesat.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana perkiraan harga batu bara untuk hari ini, Selasa (24/3/2026)? Apakah bisa naik lagi atau turun makin dalam?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih bertengger di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 58. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 97. Jauh di atas 80, yang artinya sangat jenuh beli (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sepertinya masih bisa turun lagi. Cermati pivot point di US$ 135/ton.

Dari situ, harga batu bara berisiko mengetes support US$ 133/ton yang menjadi Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di US$ 130/ton.

Namun andai harga batu bara masih bisa naik, maka ada peluang menguji resisten terjauh di US$ 148/ton.

(aji)

No more pages